Life is simple, pick your choice and do not regret”.

Quote dari film Need For Speed : Tokyo Drift inilah yang mengilhami tulisan ini. Cerita bermula ketika aku sudah merasa tidak cocok dengan tempatku bekerja di perusahaan swasta yang mengontrakku dengan sistem outsourcing. Gayung pun bersambut, ada dua instansi pemerintahan yang saat itu membuka lowongan kerja dalam waktu yang hampir bersamaan. Aku mendaftar dan mengikuti tahapan-tahapan tes di kedua instansi tersebut, sebut saja instansi A dan B. Kebetulan pelaksanaan tes keduanya tidak ada yang bersamaan.

Suatu hari aku dinyatakan diterima di instansi A, Alhamdulillah! Setelah hanya melalui 2 tahapan tes. Namun aku sebenarnya berharap masuk di instansi B, padahal tahapan tes di instansi B masih belum selesai. Orang-orang terdekatku menyarankan untuk mengambil jatahku di instansi A saja, tentu saja dengan pertimbangan bahwa aku belum tentu diterima di instansi B. Aku berusaha untuk realistis, mengikuti saran mereka. Tapi hatiku bergolak, idealismeku ingin berkarya di instansi B. Dengan berat hati, akupun mengambil jatahku di instansi A, namun secara sembunyi-sembunyi aku masih melanjutkan tes di instansi B.

Dan Alhamdulillah (lagi) aku dinyatakan diterima di instansi B. Apa yang harus kulakukan? Galau melandaku. Walaupun belum mulai masuk kerja, aku sudah tercatat sebagai karyawan baru di instansi A. Tentu saja aku tidak bisa masuk ke instansi B karena sistem kepegawaian instansi pemerintahan yang sudah terpadu.

Suatu hari aku berkonsultasi dengan supervisorku, kebetulan dia pernah mengalami kejadian yang mirip dengan yang terjadi padaku saat ini. Setelah berdiskusi panjang lebar, aku mengikuti sarannya, “You will be most successful career wise if you work where your passion is, if there is better chance, why not? With all the managed risk, you have a right to get it”.

Akhirnya aku memutuskan untuk berkarya di instansi B. Akupun mengundurkan diri dari perusahan tempatku bekerja sekarang dan semuanya berjalan sesuai idealismeku setelah aku mengurus persyaratan pindah instansi dan tentu saja kebaikan dari instansi A yang berbesar hati melepas status kepegawaianku.

Advertisements