Assalamu’alaikum .. Nama saya Afwan, lengkapnya Afwan Badru Naim.

Saya lahir di kota kecil Ponorogo, -mungkin anda akan ingat setelah membayangkan reyog yang katanya “mirip” dengan saya. 21 tahun yang lalu ibu saya (Sri Hartini -red .. Hwee masuk internet buk :p) melahirkan saya setelah melalui operasi cesar yang konon kata ibu sangat melelahkan. Sampai akhirnya pada suatu hari, entah pada umur berapa ibu mengantarkan saya ke sebuah TK ABA terdekat, saya tidak tahu pastinya masuk TK karena beberapa hari setelah saya masuk TK langsung lulus dan masuk SD. Kebetulan SD masih di desa yang sama, SDN Tegalsari namanya. SD yang indah, mendapatkan kehormatan untuk menjadi tempat Afwan mendapatkan pendidikan dasar 6 tahun disana. Menginjak SMP, saya melanjutkan ke SMPN 1 Ponorogo (SMP favorit di Ponorogo kala itu, tidak tahu sekarang). Walaupun jauh dari rumah (10 kilo jaraknya dari rumah), saya senang sekali bisa bersekolah disana .. Maklum ceweknya cantik2 .. dan beberapa alasan tidak terlalu penting lainnya.

Berlanjut ke SMAN 1 Ponorogo tempat menyelesaikan pendidikan dasar 9 tahun yang melelahkan. Tidak banyak kenangan yang saya dapatkan di SMA, kalau tidak percaya silakan tanya pada temen2 SMA saya, pasti mereka agak2 lupa dengan nama “Afwan” bahkan banyak yang tidak ingat. Hal ini memang sangat dimungkinkan karena semasa SMA saya jarang sekali masuk kelas. Entah kenapa dan alhamdulillah pokoknya .. nasib membawa saya ke Teknik Informatika ITS Surabaya. Entah apa yang terjadi dengan lembar jawaban SPMB saya saat itu, hingga bisa mengantarkan saya kesini. Banyak kalangan yang bilang bahwa saya hanya untung-untungan, sebagian mengatakan bahwa scanner SPMBnya salah scan, saya memakai jasa dukun, joki, sopir, kondektur, masinis, tukang batu dan cat dll . Namun dari sekian pendapat hanya satu yang sangat realistis, scanner SPMB hanya membaca gambar wajah saya, bukan bulatan jawaban yang saya isikan. Berhubung wajah saya mirip dengan monitor dan perkakas komputer yang lain, maka scanner langsung error dan mengisyaratkan bahwa saya harus diterima di informatika ITS atau komputer scanner seluruh Pantab lokal akan jebol. Hahahaha

Ternyata susah sekali untuk menulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar yakk …

Advertisements